Senin, 05 Maret 2012

MEDIA PEMBELAJARAN


 nulis kreatif buletin board

 warta lingkungan hidup










daphtar pitakon wawanrembug

media gb paraga dongeng



Geguritan MTs Raden Paku





Program Terstruktur


DOKUMEN PEMBELAJARAN
BAHASA JAWA
Kelas                     : VII, VIII, dan IX
Semester              : Genap
Tahun Pelajaran : 2011 / 2012
·       Penugasan Terstruktur (PT)
   ·       Kegiatan Madiri Tidak Terstruktur (KMTT)


Oleh :
Siti Kristina, S.Pd


MTs Plus Raden Paku Trenggalek
Jln. Ki Mangun Sarkoro No. 17B Trenggalek
PROGRAM PENUGASAN TERSTRUKTUR
(PT)

Nama Sekolah      :  MTs Plus Raden Paku Trenggalek
Mata Pelajaran    :  Bahasa Jawa
Kelas / Semester  :   VII / Genap

A . Standar Kompetensi
8. mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis kreatif

B. Kompetensi Dasar
8.1 Menulis kalimat yang mengandung basa rinengga

C.      Indikator
·  Membuat kalimat dengan menggunakan purwakanthi
·  Membuat kalimat dengan menggunakan  pepindan
·  Membuat kalimat dengan menggunakan sanepa

D.      Jenis Tugas     :      Individu

E.       Tanggal Pemberian Tugas  :        Mei   2012            Mei 2012

F.       Batas Waktu      :      1 Minggu

G.     Deskripsi Tugas:
§  Bentuk tugas           :     Membuat karya di kertas gambar dan di beri bingkai gambar
§  Tempat                      :     Lingkungan sekolah
§  Target                        :     Membuat kalimat dengan menggunakan purwakanthi,
                                            Pepindan, dan sanepa
§  Bentuk laporan      :     Lembar kertas berkas
§  Bukti fisik                  :     Terlampir

Mengetahui,
Kepala Madrasah


Ihsan Makin, S.Pd
NIP. 197203252000121001


 

Trenggalek, 01 Maret 2012
Guru Mata Pelajaran,


Siti Kristina, S.Pd
NIP. -
 



H.      Deskripsi Tugas:
I.         



PROGRAM PEMBELAJARAN KEGIATAN MANDIRI TIDAK TERSTRUKTUR
(KMTT)

Nama Sekolah      :  MTs Plus Raden Paku Trenggalek
Mata Pelajaran    :  Bahasa Jawa
Kelas / Semester  :   VII / Genap

J.        Standar Kompetensi
8. mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis kreatif

K.      Kompetensi Dasar
8.2 membuat parikan dengan memperhatikan ciri dan kaidah penulisan parikan

L.       Indikator
·         Menemukan kaidah penulisan parikan
·         Membuat parikan sesuai kaidah penulisan parikan

M.    Jenis Tugas   :   Kelompok

N.     Tanggal Pemberian Tugas   :              Mei 2012                       Juni 2012

O.     Batas Waktu   :  

P.      Deskripsi Tugas:
§  Bentuk tugas           :     Menemukan kaidah penulisan parikan
§  Tempat                   :     Lingkungan sekolah
§  Target                     :     Membuat parikan dengan tema pendidikan sesuai kaidah penulisan                
                                         parikan
Q.     Bentuk Laporan   :   Berkas
R.      Bukti Fisik   :   Terlampir




 




 







PROGRAM PENUGASAN TERSTRUKTUR
(PT)

Nama Sekolah      :  MTs Plus Raden Paku Trenggalek
Mata Pelajaran    :  Bahasa Jawa
Kelas / Semester  :   VIII / Genap

S.       Standar Kompetensi
6. mengungkapkan pengalaman melalui kegiatan bercerita

T.       Kompetensi Dasar
6.2 menceritakan riwayat hidup tokoh yang diidolakan

U.     Indikator
·         Menggunakan unggah-ungguh basa yang tepat dalam menceritakan tokoh idola
·         Menyusun kerangka riwayat hidup tokoh idola

V.      Jenis Tugas     :      Individu

W.    Tanggal Pemberian Tugas  :       Februari 2012             Februari 2012

X.      Batas Waktu      :      1 Minggu

Y.       Deskripsi Tugas:
§  Bentuk tugas           :     Mencari dan mengidentifikasi tokoh-tokoh yang diidolakan
§  Tempat                   :     Lingkungan sekitar
§  Target                     :     1. Memilih salah satu tokoh yang diidolakan
                                  2. Membuat kerangka riwayat hidup tokoh
                                  3. Menceritakan riwayat hidup tokoh yang diidolakan
§  Bentuk laporan      :     Berkas
§  Bukti fisik              :     Terlampir




 

 



Z.       Deskripsi Tugas:
AA.  



PROGRAM PEMBELAJARAN KEGIATAN MANDIRI TIDAK TERSTRUKTUR
(KMTT)

Nama Sekolah      :  MTs Plus Raden Paku Trenggalek
Mata Pelajaran    :  Bahasa Jawa
Kelas / Semester  :   VIII / Genap

BB.  Standar Kompetensi
8. Mengungkapkan kembali isi cerita puisi dengan cara meringkas

CC.  Kompetensi Dasar
8.2 Menulis ringkasan / sinopsis cerita

DD. Indikator
·         Mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung
·         Menemukan pokok pikiran tiap-tiap paragraf
·         Menulis sinopsis cerkak yang dibacanya

EE.   Jenis Tugas     :   Kelompok

FF.   Tanggal Pemberian Tugas   :   01 Maret  2012 -    20 Mei  2012

GG.Batas Waktu   :   21 Mei 2012

HH. Deskripsi Tugas:
§  Bentuk tugas           :     Mencari cerita fiksi yang ada d majalah (Kalawerti) bahasa
                                  Jawa seperti Jayabaya, Panyebar Semangat di perpustakaan
§  Tempat                   :     Perpustakaan / Lingkungan Sekolah
§  Target                     :     1. Membuat ringkasan cerita / sinopsis dengan bahasa sendiri
                                   2. mencatat unsur-unsur intrinsik cerita itu.
II.      Bentuk Laporan   :   Berkas / Buku
JJ.     Bukti Fisik            :   Terlampir




 




 






SOAL TUGAS MANDIRI TIDAK TERSTRUKTUR

1.       Gawea kelompok, saben kelompok  2  siswa !
2.       Tugas :
·         Golekana crita fiksi ana ing kalawerti (majalah) kayata Jayabaya, Panyebar Semangat ing perpustakaan. Ringkesen crita kuwi nganggo bahasamu dhewe.
·         Catheten unsur-unsur intrinsik, kayata :
a.       Sapa tokoh-tokoh / pelaku kang ana crita fiksi kuwi!
b.      Kepriye watak / karaktere?
c.       Jelasna apa tema lan latar ceritane
3.       Hasil diserahne ana ing bentuk tulisan tangan / komputer nganggo kertas folio
4.       Tugas dikumpulna paling akhir Tgl. 20 Mei 2012

Sugeng Makaryo !!!

panduan analisis butir soal -2



A.   Pengertian

Pada prinsipnya analisis butir soal secara kualitatif dilaksanakan berdasarkan kaidah penulisan soal (tes tertulis, perbuatan, dan sikap). Penelaahan ini biasanya dilakukan sebelum soal digunakan/diujikan.

Aspek yang diperhatikan di dalam penelaahan secara kualitatif ini adalah setiap soal ditelaah dari segi materi, konstruksi, bahasa/budaya, dan kunci jawaban/pedoman penskorannya. Dalam melakukan penelaahan setiap butir soal, penelaah perlu mempersiapkan bahan-bahan penunjang seperti: (1) kisi-kisi tes, (2) kurikulum yang digunakan, (3) buku sumber, dan (4) kamus bahasa Indonesia.

B.   Teknik Analisis Secara Kualitatif

Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk menganalisis butir soal secara kualitatif, diantaranya adalah teknik moderator dan teknik panel.

Teknik moderator merupakan teknik berdiskusi yang di dalamnya terdapat satu orang sebagai penengah. Berdasarkan teknik ini, setiap butir soal didiskusikan secara bersama-sama dengan beberapa ahli seperti guru yang mengajarkan materi, ahli materi, penyusun/pengembang kurikulum, ahli penilaian, ahli bahasa, berlatar belakang psikologi. Teknik ini sangat baik karena setiap butir soal dilihat secara bersama-sama berdasarkan kaidah penulisannya. Di samping itu, para penelaah dipersilakan mengomentari/ memperbaiki berdasarkan ilmu yang dimilikinya. Setiap komentar/masukan dari peserta diskusi dicatat oleh notulis. Setiap butir soal dapat dituntaskan secara bersama-sama, perbaikannya seperti apa. Namun, kelemahan teknik ini adalah memerlukan waktu lama untuk rnendiskusikan setiap satu butir soal.

Teknik panel merupakan suatu teknik menelaah butir soal yang setiap butir soalnya ditelaah berdasarkan kaidah penulisan butir soal, yaitu ditelaah dari segi materi, konstruksi, bahasa/budaya, kebenaran kunci jawaban/pedoman penskorannya yang dilakukan oleh beberapa penelaah. Caranya adalah beberapa penelaah diberikan: butir-butir soal yang akan ditelaah, format penelaahan, dan pedoman penilaian/ penelaahannya. Pada tahap awal para penelaah diberikan pengarahan, kemudian tahap berikutnya para penelaah berkerja sendiri-sendiri di tempat yang tidak sama. Para penelaah dipersilakan memperbaiki langsung pada teks soal dan memberikan komentarnya serta memberikan nilai pada setiap butir soalnya yang kriterianya adalah: baik, diperbaiki, atau diganti.
Secara ideal penelaah butir soal di samping memiliki latar belakang materi yang diujikan, beberapa penelaah yang diminta untuk menelaah butir soal memiliki keterampilan, seperti  guru yang mengajarkan materi itu, ahli materi, ahli pengembang kurikulum, ahli penilaian, psikolog, ahli bahasa, ahli kebijakan pendidikan, atau lainnya.

C.   Prosedur Analisis Secara Kualitatif

Dalam menganalisis butir soal secara kualitatif, penggunaan format penelaahan soal akan sangat membantu dan mempermudah prosedur pelaksanaannya. Format penelaahan soal digunakan sebagai dasar untuk menganalisis setiap butir soal. Format penelaahan soal yang dimaksud adalah format penelaahan butir soal: uraian, pilihan ganda, tes perbuatan dan instrumen non-tes.
Agar penelaah dapat dengan mudah menggunakan format penelaahan soal, maka para penelaah perlu memperhatikan petunjuk pengisian formatnya. Petunjuknya adalah seperti berikut ini.
1.      Analisislah setiap butir soal berdasarkan semua kriteria yang tertera di dalam format!
2.      Berilah tanda cek (V) pada kolom "Ya" bila soal yang ditelaah sudah sesuai dengan kriteria!
3.      Berilah tanda cek (V) pada kolom "Tidak" bila soal yang ditelaah tidak sesuai dengan kriteria, kemudian tuliskan alasan pada ruang catatan atau pada teks soal dan perbaikannya.

a.   Format Penelaahan Butir Soal Bentuk Uraian

FORMAT PENELAAHAN BUTIR SOAL BENTUK URAIAN

Mata Pelajaran  : .................................
Kelas/semester : .................................
Penelaah           : .................................

No.
Aspek yang ditelaah
Nomor Soal
1
2
3
4
5
6
7
8
9
A.
1

2

3



4
Materi
Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk Uraian)
Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai
Materi yang ditanyakan sesuai dengan kompetensi (urgensi, relevasi, kontinyuitas, keterpakaian sehari-hari tinggi)
Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah atau tingkat kelas











B
5

6

7
8
Konstruksi
Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban uraian
Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal
Ada pedoman penskorannya
Tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya disajikan dengan jelas dan terbaca











C.
9
10

11


12

13
Bahasa/Budaya
Rumusan kalimat coal komunikatif
Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku
Tidak  menggunakan kata/ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian
Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu
Rumusan soal tidak mengandung











Keterangan: Berilah tanda (V) bila tidak sesuai dengan aspek yang ditelaah!

b.   Format Penelaahan Soal Bentuk Pilihan Ganda

FORMAT PENELAAHAN SOAL BENTUK PILIHAN GANDA

Mata Pelajaran  : .................................
Kelas/semester : .................................
Penelaah           : .................................

No.
Aspek yang ditelaah
Nomor Soal
1
2
3
4
5
A.
1
Materi
Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes tertulis untuk bentuk pilihan ganda






2.
Materi yang ditanyakan sesuai dengan kompetensi (urgensi, relevasi, kontinyuitas, keterpakaian sehari-hari tinggi)






3.
Pilihan jawaban homogen dan logis






4.
Hanya ada satu kunci jawaban







B.
5.

Konstruksi
Pokok soal dirumuskan dengan singkat, jelas, dan tegas






6.
Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan yang diperlukan saja






7.
Pokok soal tidak memberi petunjuk kunci jawaban






8
Pokok soal bebas dan pernyataan yang bersifat negatif ganda






9.
Pilihan jawaban homogen dan logis ditinjau dari segi materi






10.
Gambar, grafik, tabel, diagram, atau sejenisnya jelas dan berfungsi






11.
Panjang pilihan jawaban relatif sama






12.
Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan "semua jawaban di atas salah/benar" dan sejenisnya






13.
Pilihan jawaban yang berbentuk angka/waktu disusun berdasarkan urutan besar kecilnya angka atau kronologisnya






14.
Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya







C.
15.
Bahasa/Budaya
Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia






16.
Menggunakan bahasa yang komunikatif






17.
Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu






18.
Pilihan jawaban tidak mengulang kata/kelompok kata yang sama, kecuali merupakan satu kesatuan pengertian







Keterangan: Berilah tanda (V) bila tidak sesuai dengan aspek yang ditelaah!

c.  Format Penelaahan untuk Instrumen Perbuatan

FORMAT PENELAAHAN SOAL TES PERBUATAN

Mata Pelajaran  : .................................
Kelas/semester : .................................
Penelaah           : .................................

No.
Aspek yang ditelaah
Nomor Soal
1
2
3
...
A.
1.

2.
3.

4.

Materi
Soal sudah sesuai dengan indikator (menuntut tes perbuatan: kinerja, hasil karya, atau penugasan)
Pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sudah sesuai
Materi sesuai dengan tuntutan kompetensi (urgensi, relevansi, kontinyuitas, keterpakaian sehari-hari tinggi)
Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang jenis sekolah taua tingkat kelas





B.
5.
Konstruksi
Menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban perbuatan/praktik




6.
7.
8.
Ada petunjuk yang jelas tentang cara mengejakan soal
Ada pedoman penskorannya
Tabel, peta, gambar, grafik, atau sejenisnya disajkian dengan jelas dan  terbaca





C.
9.
10.
11.

12.
13.

Bahasa/Budaya
Rumussan soal komunikatif
Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku
Tidak menggunakan kata /ungkapan yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian
Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu
Rumusan soal tidak mengandung kata/ungkatpan yang dapat menyinggung perasaan siswa





Keterangan: Berilah tanda (V) bila tidak sesuai dengan aspek yang ditelaah!



d.  Format Penelaahan untuk Instrumen Non-Tes

FORMAT PENELAAHAN SOAL NON-TES

Nama Tes          : .................................
Kelas/semester : .................................
Penelaah           : .................................

No.
Aspek yang ditelaah
Nomor Soal
1
2
3
...
A.
1.

2.




Materi
Pernyataan/soal sudah sesuai dengan rumusan indikator dalam kisi-kisi.
Aspek yang diukur pada setiap pernyataan sudah sesuai dengan tuntutan dalam kisi-kisi (misal untuk tes sikap: aspek koginisi, afeksi, atau konasinya dan pernyataan positif atau negatifnya).





B.
3.

4.


5.

6.

7.

8.



9.

10.


11.

12.
Konstruksi
Pernyataan dirumuskan dengan singkat (tidak melebihi 20 kata) dan jelas.
Kalimatnya bebas dari pernyaatn yang tidak relevan objek yang dipersoalkan atau kalimatnya merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
Kalimatnya bebas dari pernyataan yang bersifat negatif  ganda.
Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mengacu pada masa lalu.
Kalimatnya bebas dari pernyataan faktual atau dapat diinterpretasikan sebagai fakta.
Kalimatnya bebas dari pernyataan dapat diinterpretasikan lebih d Kalimatnya bebas dari pernyataan yang mungkin disetujui atau dikosongkan oleh hampir semua responden.
Setiap pernyataan hanya berisi satu gagasan secara lengkap.
Kalimatnya bebas dari pernyaan yang tidak pasti pasti seperti semua, selalu, kadang-kadang, tidak satupun, tidak pernah.
Jangan banyak menggunakan kata hanya, sekedar, semata-mata. 
Gunakan seperlunya.





C.
13.

14.
15.


Bahasa/Budaya
Bahsa soa harus komunikatif  dan sesuai dengan jenjang pendidikan siswa atau responden.
Soal harus menggunakan bahasa Indonesia baku.
Soal tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu.





Keterangan: Berilah tanda (V) bila tidak sesuai dengan aspek yang ditelaah!